Look at meee....
I'm as helpless as a kitten up a treeee....
Itu dua kalimat awal lagu Misty, karya Erroll Gardner. Menurut aku, lagu itu romantis banget. Tapi... ketika lagu itu ditempeli chord-chord 9, 13, 13b9, 7#5,#9... jadi gak romantis lagi. Bener-bener feeling helpless as a kitten up a tree deh...
Semalam aku latihan PR lesku yang 1 ini. Pak Guru emang sengaja ngopiin lagu itu buat aku, chord-nya diganti semua, jadi bernuansa 9 dan 13, terus belum lagi altered chord macamnya chord Eb13(b9) atau C7(#5)(#9). Tadinya aku masih bisa nyari sendiri, gimana sih voicing-nya chord-chord aneh itu yang masih bisa dijangkau oleh jari-jariku yang gak sepanjang jari-jarinya Jim Brickman. Tapi... begitu sampe di C7(#5)(#9), aku nyerah. Itu maksudnya apaaa....
Aku akhirnya mencari buku Chord Dictionary. Buku itu dah lama banget dibeli, harganya masih 3000 (jaman jebot banget kan), tapi aku belum pernah pakek, mungkin karena ngerasa gak perlu. Jaman dulu kan hanya berhubungan sama chord mayor, chord minor, diminished, augmented, paling ribet ya dominan 7. Gak ada ketemu 9-11-atau-13, apalagi altered chord.
Hmmm... ternyata C7(#5)(#9) itu adalah C7 dengan nada ke-5 dinaikkan 1 semitone, kemudian ditambah nada ke #9. Untuk voicing-nya logisnya sih 3. #5. 7. #9. Supaya ciri chord mayor/minornya tetep ketara (nada ke-3), terus ciri chord dominan atau mayor 7-nya juga ketara (nada ke-7), dan ciri altered-nya juga kerasa (#5 dan #9).
Hehehe... semoga aku cepet hafal deh sama chord2 pusing itu.
Monday, July 16, 2007
Misty...
Posted by KITA! at 6:17 PM 0 comments
Thursday, July 12, 2007
Asik Bok
Ngaduk-ngaduk bukumusik.com. Itu yang kulakukan kemaren. Asik banget...
Ini bukan pertama kalinya aku ke bukumusik.com, mbaknya yang jaga toko pun sampe sudah kenal mukaku (namanya mbak Rita), berhubung aku sudah berkali-kali ke situ. Entah itu untuk nganterin orang lain, liat-liat doang, atau beli untuk diriku sendiri. Tapi aku belum pernah ngaduk-ngaduk seasik kemaren. Biasanya aku hanya melihat-lihat di rak Personality Sheet Music Book (buku musik yang disusun per artis) atau buku-buku piano kompilasi per genre. Dapat 1-2 yang menarik. Milih. Bayar.
Kemaren, aku ketemu sama pemiliknya. Kalopun bukan pemilik, mungkin dia store manager. Kebetulan dia lagi ada di situ.
Jadilah aku ngeliat-liat katalog buku dan DVD, kemudian ngeliat rak-rak lainnya dari atas sampe bawah. Sampe duduk di lantai segala. Mbukain plastiknya buku-buku yang dianggap menarik. Tidak seperti biasanya... kemaren aku tidak mencari Sheet Music, aku mencari buku Instructional alias buku pelajaran musik.
Setelah pegel-pegel karena kebanyakan mendongak ke rak sebelah atas dan jongkok dengan posisi weird (maklum pakek rok). Akhirnya memilih buku Style-Series-nya Hal Leonard, judulnya Smooth Jazz Piano. Hehehe... katanya kan pengen main dengan gaya Nial Djuliarso, nah ini dia usaha pertamaku: beli buku. Kekekekek...
Temanku pun mendapatkan buku idamannya, yang mirip Piano For Dummies tapi lebih serius dan tentunya dilengkapi CD, tidak seperti Piano For Dummies bajakan. Sempet dibujukin sama mbak Rita supaya beli lagi, biar mencapai limit harga yang dapet diskon 10%. Tapi waaakkkss... kami gak seheboh itu deh.
Aku bener-bener menikmati ngaduk-ngaduk toko buku itu, dan sekarang lagi menunggu-nunggu kesempatan untuk membaca dan mempraktekkan buku style Smooth Jazz Piano tadi....
Posted by KITA! at 12:25 AM 0 comments
Tuesday, July 10, 2007
Biar Kacang Gak Lupa Sama Kulitnya...
Kamis minggu lalu... waktu aku baru nyampe kantor ada SMS masuk... ternyata dari mas Imam, ngajakin aku untuk main piano di Queen Night-nya IA-ITB. Ceritanya mas Bubi, musisi kawakannya ITB Pops pengen nyanyi di lagu You Take My Breath Away (lagunya Queen), jadi dia minta pianis lagi. Yaa... mas Bubi itu lebih dari sekedar pianis, dia lebih cocok disebut musisi.
Acaranya Kamis malam minggu ini. YAH!! Bete... gak bisa lagi... aku sudah keburu beli tiket untuk ke Solo kamis siang. Ini sudah ke sekian kalinya aku menolak ajakan temen-temen PSM. Entah itu ajakan nyanyi, atau ajakan main piano. Macem-macem aja alasannya... yang dinas lah, yang kerja lah, yang dah keburu berencana sama orang lain lah... aku gak pernah berusaha lebih untuk bisa mengiyakan ajakan mereka. Beda banget dengan usahaku dulu untuk ngejar kereta ke Wisma Niaga.
Gak enak sih, berhubung jaman kuliah itu kan mereka lah yang banyak mewarnai hari-hariku. Mereka juga banyak ngajarin dan memberikan wawasan kepadaku, gak hanya soal musik... juga soal... ngg... hahahaha... ah sutralah gak usah dibahas di sini... kekekek...
Hmm... jadi kayak kacang lupa pada kulitnya kan? Nah, kali ini... aku pas dapet pencerahan... akhirnya aku ngundurin tiketku ke Solo, supaya Kamis malam besok bisa ikutan. Dan... kemaren malam setelah menempuh kemacetan dari kost mas Imam ke rumah mas Yudoi, terus dari rumah mas Yudoi ke Cipete, aku "terjebak" di dalam studio-nya mas Bubi... "Terjebak" tapi senang bok...
Lagu yang kumainkan itu judulnya You Take My Breath Away... pertama dengar agak2 bete, bukan bete ama lagunya, tapi emang lagunya tuh sendu banget, secara menor-menor (minor-red) semua tuh chordnya. Dah gitu di bagian awalnya ada lolongan-lolongan yang gak jelas. Hehehe... Sebelumnya hanya latian sambil dengerin MP3-nya, paling sehari sekali dua kali main doang, karena kasian sama yang dengerin, ntar bete. Ternyata ya... lagu aslinya itu berisi Freddie Mercury semua. Kan ada backing vokal koor-nya, nah semua track-nya berisi suara Freddie Mercury. Gilingan...
Sebelum ketemu dengan koor dan mas Bubi, aku agak ragu juga... aku bisa gak ya ngepasin dengan mas Bubi, kapan aku harus masuk (di setiap awal frase). Habis aku juga gak pernah dengar lagunya sebelumnya. Pertama denger lagunya juga setelah dikirimin MP3-nya oleh mas Imam.
Kemaren, waktu di studio... gaptek-ku terhadap keyboard 5 oktaf terjadi lagi. Mas Bubi bilang nanti mau pakek piano digital untuk hari Kamis, tapi hari ini... keyboard dulu aja yaa... Ini dia gaptekku:
1) karena keyboard gak berat seperti piano, jadi aku malah memencetnya dengan halus, lembut, pelan-pelan, gak tega bok... jadinya suaranya pun lamat-lamat tak terdengar. Baru setelah 3 kali main, aku lebih pede untuk mencet dengan agak kuat.
2) setelah nyanyi 1 bait, mas Bubi tiba-tiba berhenti dan bilang: "Hmm... sustain pedalnya dipakek aja... pantesan kedengerannya aneh". Kemudian aku menengok ke bawah... taaarrraaa... ada sustain pedal. Halah... harus ya? Ntar aku jatuh gak ya kalo mesti nginjek pedal?? (posisi mainnya berdiri).
Ternyata... akhirnya semua baik-baik saja. Pas bagian interlude, mas Bubi sambil memainkan akordion. Haa...!!! Ini pertama kalinya aku mengenal seseorang yang bisa main akordion. Waauu...
Aku agak-agak takjub ngeliat alumni-alumni PSM-ITB ini... Apalagi kemaren banyakan masih dalam kostum kantor (termasuk aku), jadi semakin takjub... Selain mas Bubi dkk yang angkatan 80-an, ternyata ada om
Hmm... Yang pasti saat ini aku senang... akhirnya bisa bantuin temen-temen PSM, meskipun mungkin gak seberapa (usahanya)...
Posted by KITA! at 6:37 PM 0 comments
Thursday, July 5, 2007
Rahasia ke-13 Nih...
Tips tentang chord lagi! sekarang adalah jembatan keledai untuk mencari chord 13.
- Pertama-tama, mainkan dulu chord 7, yaitu yang terdiri dari nada ke-1 . 3 . 5 . 7b dari tangga nada.
- Udah gitu nada ke-1 digeser jadi nada ke-2 (ini untuk menggantikan nada ke-9) dan nada ke-5 digeser jadi nada ke-6 (nah ini menggantikan nada ke-13). Jadinya terdiri dari nada ke-2 . 3 . 6 . 7b.
- Kalo posisi jarinya jadi aneh, nada 7b-nya tinggal di pindah ke bawah sajah… jadi 7b . 2 . 3 . 6 deh…jangan lupa root-nya tetep dimainkan sebagai bass…. JRENG… maka terdengarlah bunyi ajaib itu.
Yang kedua tentang chord diminished. Keistimewaan dari chord diminished ini adalah:
terdiri dari 4 nada, yang mana jarak antar nada seragam yaitu 3 semitone. Yaitu terdiri dari nada ke- 1 . 3b . 5b . 6. Rahasianya adalah: dari 12 nada yang ada dalam 1 oktaf, sebenernya hanya ada 3 kombinasi nada yang jadi voicing-nya chord diminished ini loh.
Yuk kita lihat kombinasi voicingnya.
Cdim / Ebdim / F#dim / Adim terdiri dari nada-nada: C, Eb, F#, dan A
C#dim / Edim / Gdim / Bbdim terdiri dari nada-nada: C#, E, G, dan Bb
Ddim / Fdim / Abdim / Bdim terdiri dari nada-nada: D, F, Ab, dan B
Yang berbeda hanyalah rootnya saja. Misalnya kita mau mainkan Ebdim, kita bisa memainkan voicingnya sama dengan memainkan Cdim, tapi root-nya saja yang digeser dari C ke Eb. Gitu loh… :-D
Posted by KITA! at 6:04 PM 0 comments
Thursday, June 28, 2007
Aku Punya Rahasia...
Well… it’s not a secret at all sih sebenernya… hanya saja aku baru saja mengetahuinya, jadi kuanggap sebagai sebuah rahasia yang telah lama tersimpan di balik tuts warna hitam putih, atau segerombolan orang yang rame-rame menyanyi, atau kawat nilon dan kayu. Ini tentang chord… main gitar, main piano, atau nyanyi di koor pasti ketemu yang namanya chord.
Tadi sore pak guru bercerita tentang chord 13. Itu loh… C13, G13, F13, temen-temennya C9, C11, G9, G11, G7, dst…
Chord 13 itu terdiri dari nada-nada ke-1 . 3. 5. 7b. 9. 11. 13. dari tangga nada.
Terus gimana ngebunyiin-nya?? Jari kita hanya 5 kan? Dan itu pun kalo mau mainin 5-5nya gak mungkin… gak sepanjang itu kali… Jadi, kita harus memilih 4 dari 7 nada itu, pilihlah yang terpenting. Manakah yang terpenting?? Nah dari sini… aku menemukan rahasia di balik chord2 lainnya, sebenernya sudah diketahui oleh orang lain, tapi aku baru menemukan formulasinya yang mudah diingat oleh diriku (kasian yaaa gue…).
Yang penting untuk dibunyikan adalah
Nada ke-13 : namanya juga chord 13, kalo gak dibunyiin, ntar jadi chord 11 atau 9 dunk.
Nada ke-7b : yang ini penting, buat menentukan dia chord Mayor 7 (7 aja) atau dominan 7 (7-nya diturunin 1 semitone, jadi 7b).
Nada ke-3 : buat nentuin dia chord mayor atau minor.
Nada ke-9 : yang ini aku lupa kenapa.
Nah… rahasia yang kutemukan itu adalah soal 7b dan 3 itu. Ternyata dalam chord, nada ke-3 dari suatu tangga nada / scale itu penting banget, untuk menentukan dia mayor atau minor. Bukan berarti nada ke-5 gak penting loh… tapi dia gak membedakan antara mayor dan minor. Kecuali kalo kita ngomong tentang misalnya augmented chord, yang mana 5-nya dinaikkan 1 semitone jadi 5#. Tapi chord augmented kan bukan chord yang sering muncul, mayor dan minor jauh lebih sering muncul.
Terus kalo soal nada 7 atau 7b, itu penting untuk membedakan chord itu dominan 7 atau mayor 7. Hmm… mayor 7 ini dulu gak pernah jadi perhatianku. Aku tauknya C7 aja… gak tauk kalo ada benda yang namanya CM7. meskipun hanya beda 1 semitone di nada ke-7-nya, tapi aura yang dihasilkan jauh berbeda. Dan kemaren aku pertama kali ngeh bahwa ada chord yang namanya aneh: CmM7 (C minor mayor 7). Haha… itu terdiri dari nada ke-1. 3b. 5. 7. Kalo Cm7 (C minor 7) kan terdiri dari nada ke-1. 3b. 5. 7b.
Oya, satu trick juga diberikan, yaitu untuk chord 11. Gimanakah memainkan chord 11 tanpa banyak ngitung?? Misalnya chord C11, cari nada ke-5-nya: G, terus mainkan Gm7 dengan bass C. Misalnya chord G11, berarti mainkan Dm7 dengan bass G.
Tambah trick lagi, chord kesukaannya pak guru: chord 9. Ini lebih mudah lagi, mainkan chord 7 (dominan 7 maksudnya) terus root-nya (nada ke-1) diganti dengan nada ke-2, tapi tentu saja bassnya tetep harus root dunk. Misalnya C9, mainkan C7 (C. E. G. Bb), tapi C-nya diganti dengan D, jadi D. E. G. Bb, rootnya tetep harus C. G9 juga gitu, jadi A. B. D. F, bassnya di G.
Last but not least… ternyata nih… main lagu jazzy dengan kord-kordnya kriting itu lebih enak kalo berpatokan pada kord-nya, bukannya berpatokan pada toge-toge yang ada di paranada. Aku adalah seorang fans berat dari toge di paranada. Lebih cepet disuruh baca
”paranada dengan toge-toge di kunci F dan G” deh dibandingkan disuruh baca “toge-nya sebaris doang di kunci G, plus chord di atasnya”. Tapi… ternyata kalo urusannya dah kord-kord kriting duren… lebih enak main chord aja. Gak perlu metani (nyari kutu) satu-satu ngeliatin mol dan kres yang rapet-rapet di atas paranada. Main pakek chord itu ibaratnya mengaplikasikan deret hitung dengan pola tertentu. Root-nya aja yang ganti-ganti. Ternyata belajar piano secara “piano pop” itu ada kelebihannya juga ya?
Posted by KITA! at 8:51 AM 0 comments
They Got Us Covered
Oya, aku belum bahas soal Two-Part Invention #4-nya Bach yaa, yang di Got You Covered...
Menurut aku sih, lagu itu jadi kehilangan ke-saxophone-an-nya. Maksudnya... saxophone-nya jadi terdengar kurang saxophone, cuma seperti "another woodwind instrument" aja, mirip clarinet. Mungkin karena yang dipakek juga soprano sax, terus mainnya ngebut (emang tempo aslinya segitu sih...).
Nah... ngomong-ngomong Got You Covered! nih...
Sepertinya lagi nge-trend di kalangan para saxophonist untuk mengeluarkan album cover version, alias album yang lagu-lagunya adalah lagunya orang lain. Tadinya kupikir itu hanya terjadi pada Kenny G. Dalam 2 albumnya terakhir (The Duets Album dan The Most Romantic Melodies of All Time), dia memainkan lagunya orang lain. Mostly jazz standard. Makanya tumben-tumbenan aku menyukai album Kenny G, terutama The Duets Album, hmm… apalagi ditambah dengan fakta bahwa The Duets Album dapet gretongan…huehehehe…
Nah, tahun ini aku menemukan sudah 4 album dari artis yang berlainan yang seluruhnya ngambil lagu lama... Setelah awal tahun aku nemu The Most Romantic Melodies-nya Kenny G, terus setelah itu ada album barunya Dave Koz yang sudah ½ tahun kutunggu: At The Movies. At The Movies ini isinya soundtrack film-film jadul. Jadi sudah pasti lagu orang lain kan… termasuk Manusia Bodoh yang agak-agak ngerusak album ini.
Terus hampir bersamaan dengan At The Movies, album barunya Michael Lington juga beredar, A Song For You. Kalo yang ini isinya lagu-lagu tahun 80-an, juga bukan lagu-lagunya dia sendiri. Hmmm… kudunya dia mainin lagunya SKJ 84 sekalian yaa… teng.. teng-teng-teng-teng-teng!!
Terakhir, aku mendapatkan Got You Covered!-nya Eric Marienthal. Sebenarnya album ini gak yang paling baru kalo dibandingkan The Most Romantic Melodies, At The Movies, ataupun A Song For You. Aku sudah lama melihatnya di Disc Tarra. Mungkin sejak April 2006. Pertama ngeh bahwa album ini ada waktu di Disc Tarra BSM. Gak beli-beli, tapi eh tau-tau dateng sendiri ke rumah… huehehehe…
Dari judulnya saja terlihat bahwa dia memang niat memainkan lagu-lagunya orang lain. Bahkan lagunya Johann Sebastian Bach pun diembat.
Ada apa ya? Kenapa mereka rame-rame di saat yang hampir berdekatan membuat album cover version? Mungkin juga memang para penggemar musik ini lagi hobi bernostalgia, atau mulai bosan dengan karya Smooth Jazz mereka? (hee.. aku kurang jelas, kalo si Eric genre-nya Smooth Jazz juga nggak?). Atau mungkin mereka pengen menjaring lebih banyak konsumen, yaitu konsumen Smooth Jazz plus Jazz Standard (untuk si ML, ya lagu tahun 80-an).
Yang pasti aku sebagai pendengar sih seneng-seneng aja, berhubung aku juga penggemar jazz standard jadul. Kalo soal bosan dengan Smooth Jazz, kayaknya sih enggak ya… meskipun mereka memainkan jazz standard (atau 80-an), tapi ciri-ciri smooth jazz-nya masih ada. Kenny G tetep dengan gaya lemesnya, terus Dave Koz tetep dengan liukan-liukan ala You Make Me Smile-nya, kalo soal si ML dan Eric, aku kurang mengenal musik mereka untuk bisa mengatakan apakah ciri-ciri mereka tetap terjaga di lagu-lagu jadul yang mereka mainkan.
Yah, apapun motivasi mereka…terserah lah. Yang penting, mari kita menikmati lagu-lagu jadul…
Posted by KITA! at 2:17 AM 0 comments
Seharusnya Aku Gak Melakukan Hal Ini...
....but I couldn't stop myself...
Jadi... suatu hari, aku datang ke tempat les pianoku. Hari itu sebetulnya bukan jadwalnya les piano, tapi aku minta ganti hari karena ada dinas or something. Rada-rada kusut dan bete... sudah lupa, hari itu ada apa di kantor...
Karena bukan hari les, jadi aku nunggu saja sampe pak gurunya kosong. Aku duduk di depan ruang les, di bawah poster-posternya kata mutiara Bidadari Words. Tiba-tiba masuklah mas-mas, gayanya sih kayak orang kantoran... dia masuk ke ruang les vocal, gak jauh dari tempat aku nunggu.
Terus... mulailah lamat-lamat (kan pakek damper ruangannya), terdengar suara minus one lagu Samson, kenangan terindah kalo gak salah. Awalnya sih oke. Tapi... waktu sampe bagian: "Bilaaa... yang tertulis untukku adalah yang terbaik untukmu..." mulai deh... terdengar aneh, teriakan-teriakan maksa...
Awalnya aku hanya mengangkat alisku... Hmm?? Apa itu...?? Tapi lama-lama aku ngeh kalo itu suara mas-mas tadi, sedang berusaha mencapai nada-nada tinggi. Gak tahan... Akhirnya aku ketawa sendiri... huahahahahaha... entahlah waktu itu gimana caranya supaya suaraku gak kemana-mana.
Aku masih mikir sih: duh... kok gue jahat banget ya, dia kan lagi belajar, masa' aku ketawain... kalo orang main piano jelek, aku gak pernah ketawain. Anak PSM-ITB masih hijau yang nyanyi fals, aku juga gak pernah ketawain. Tapi yang ini... aku gak bisa nahan diriku untuk tidak ketawa. It really made my day...
Posted by KITA! at 2:02 AM 1 comments
