Dalam bahasa Sansekerta Gita artinya Lagu. Blog ini berisi tentang musik-nya si Gita.

Wednesday, May 2, 2007

Ngomongin Tentang Tangan

Ngomong-ngomong tentang tangan, aku jadi teringat sama mas H'wan dan mbak Musi. Dulu mas H'wan suka gangguin para pianis, dengan bersikap seolah-olah dia ter-obsesi sama tangan pianis (mbak Musi adalah pianis). Kalo mas H'wan datang ke sekre terus mulai mengeluarkan jurus: "Tangaaannn.... Tanggaaaannn..." sambil menggerakkan jari-jarinya, aku langsung menduduki kedua tanganku, atau menyimpannya di tempat lain yang unreachable.

Apa yang istimewa dari tangan seorang pianis? Katanya orang-orang sih... kalo mijet enak... haha.. aku sendiri baru membuktikan dengan tangannya Tina. Tapi aku gak tauk, apakah itu karena dia menggunakan kekuatan pianis, atau karena dia memijat di tempat yang tepat?? Makanya aku tertarik pada buku Massage for Dummies... hehehe...

Terus bagaimana jari-jari kurus dan kecil bisa "menaklukkan" tuts-tuts seberat itu? Aku tidak tahu persis uraian secara fisiologis, yang pasti semuanya diawali dengan posisi yang tepat. Seperti halnya ujian: posisi menentukan prestasi...

Aku juga baru-baru saja menyadari bahwa "position does matter..." dan posisi yang kurang tepat bisa jadi masalah. Selama ini, teman-teman PSM yang self-teaching pianist gak punya masalah dengan bagaimana meletakkan tangan di atas piano. Mungkin karena di sekeliling mereka banyak pianis betulan berkeliaran, jadi dari nonton teman main saja sudah cukup banyak yang didapat.

Salah satu petunjuk yang sangat mudah di Piano For Dummies adalah: posisikan tangan seperti waktu mengetik. Ada benernya sih... tapi saat mengetik teks ini, aku sempet memperhatikan posisi tanganku. Ternyata gak bener-bener mirip dengan posisi tangan ketika main piano, karena pergelangan tangan dan sebagian kecil telapak tangan bertumpu di pinggiran laptop sehingga tidak leluasa berpindah-pindah, maklumlah... kan keyboard laptop besarnya juga hanya segitu-gitunya, gak perlu terlalu banyak pindah-pindah. Terus jari yang sedang tidak memencet tuts juga agak kaku, jempol pun hanya digunakan ketika memencet mouse. Yaa... gak boleh kaku, kalau gak ntar gak bisa bergerak dengan leluasa. Harus rileks... kalo kata Ronal Irama: SANTAI!!

Piano For Dummies juga ngajarin dengan metode Bola Tenis. Yang ini mirip dengan waktu pertama belajar dulu. Aku ingat, aku disuruh menggenggam kepalan tangan guruku, kemudian dia melepaskan tangannya, dan masih dalam posisi yang sama, tanganku diletakkan di atas piano. Barusan aku mencobanya dengan menggunakan kepalan tanganku sendiri, ternyata wagu... jariku jadi terlalu terlipat-lipat... karena ternyata kepalan tanganku itu kecil. Tapi waktu aku coba genggam dari sisi lain, tepatnya dari arah atas, ternyata pas. Gak tauk apakah rumus itu berlaku juga buat tangannya orang lain?

Jadi gini... tumpuk kedua telapak tangan, kedua-duanya menghadap ke bawah, posisinya sejajar. Kemudian tangan yang bawah dikepal, tangan yang di atasnya menggenggam yang di bawah. Posisi di atas piano adalah seperti tangan yang di atas. Ini tentang lengkungan telapak tangan...

Terus sekarang tentang pergelangan tangan. Pergelangan tangan gak boleh terlalu banyak gaya... kata salah seorang guruku, kalo si pergelangan bergerak naik turun, tenaga tidak bisa tersalur ke jari-jari kita. Dan lagi, kalo kebanyakan gerak malah bisa cedera loh... Kalo latian yang konvensional untuk membiasakan hal ini adalah dengan meletakkan pulpen, sumpit, tusuk konde, penggaris, kalo perlu galah di atas pergelangan tangan. Jangan sampai barang itu terjatuh... biar gak jatuh, jangan bergerak naik turun...

Jadi, sejauh ini kata kuncinya adalah:
1) Melengkung
2) SANTAI!!
3) pergelangan jangan kebanyakan gaya...

Sekian dulu obrolan tentang tangan... lain kali disambung lagi.

No comments: